Rabu, 30 Juli 2008

June

Monday, June 19, 2006
Rasa Kebersamaan Di Sekolah

Menjalin pertemanan memang sangatlah mudah, tapi untuk mempertahankan kebersamaan dalam pertemanan itu sangat sulit. Sejuta realita telah terungkap, ternyata menjalin pertemanan di sekolah sangatlah sulit. Mungkin lebih mengarah pada diskriminasi antar siswa. Entah itu siswa yang kaya dengan yang kaya, yang pintar dengan yang pintar, yang cantik dengan yang cantik, dan masih banyak lagi kelompok-kelompok atau geng yang justru memojokkan siswa lain yang memiliki perbedaan.
Hal-hal yang demikian sangat bertolak belakang dengan realita kehidupan di sekolahku. Jika diamati, memang sebenarnya banyak perbedaan antar siswa. Tapi, perbedaan-perbedaan itu hampir tak terlihat menojol. Mungkin, rasa kebersamaan yang kami miliki cukup untuk menghapus perbedaan-perbedaan pada kami. Pertemanan di sekolah tak pernah mengenal status siswa, juga tak pernah mengenal materi. Kedekatan adik kelas dengan kakak kelas sangat terasa. Terlihat ketika istirahat, semua siswa akan berbaur jadi satu. Tak heran jika siswa dapat mengenali semua siswa di sekolah. Bahkan, siswa bisa akrab dengan siapa saja yang ada di sekolah. Kakak kelas juga tak ada yang merasa lebih senior atau lebih berkuasa di sekolah. Semuanya sama, semuanya saudara, semuanya satu tujuan dan satu misi, yaitu untuk belajar.
Dalam kegiatan belajar, semua murni untuk belajar atas kebutuhan siswa. Tak ada dalam kamus adanya siswa yang bersaing dengan siswa yang lain. Ilmu-ilmu yang dimiliki siswa tak pernah diumpat dan dinikmati sendiri. Semua berlomba-lomba untuk mencari ilmu dan berbagi ilmu dengan yang lain.
Masalah demi masalah yang dihadapi sekolah, selalu dibahas dan berusaha diselesaikan bersama-sama. Biasanya, semua siswa dari SMP maupun SMU akan berkumpul di masjid setelah sholat dhuhur dan kemudian membahas masalah demi masalah yang sedang dihadapi. Pendapat demi pendapat terkuak dari siswa SMP maupun siswa SMU. Semuanya dilatih untuk bisa mengutarakan keinginan siswa. Bukan hanya masalah saja yang biasanya dibahas, banyak peraturan-peraturan sekolah yang dibentuk dari diskusi antar siswa dari SMP juga SMU. Dari pembuatan peraturan sendiri tersebut, siswa akan merasa bertanggung jawab atas peraturan itu. Pihak sekolah tak pernah menggugat peraturan yang telah dibuat siswa, asal itu positif dan bermanfaat untuk siswa maupun sekolah.
Rasa memiliki antar siswa membuat kebersamaan lebih erat. Apalagi mengingat bahwa semua siswa memiliki misi untuk berjuang, semuanya merasa senasib sepenanggungan. Kebersamaan yang begitu melekat membuat siswa mampu mengetahui karakter siswa lain dari siswa SMP sampai siswa SMU. Jadi tak heran jika melihat kedekatan siswa satu dengan siswa yang lainnya.
Di sekolah, memang tak ada organisasi semacam OSIS. Penyusunan acara biasanya dirancang oleh siswa di suatu kelas. Tak hanya siswa SMU atau siswa yang lebih senior yang biasa menyusun suatu acara sekolah, bahkan siswa SMP pun juga dituntut untuk bisa menyusun acara. Agar antara satu dengan yang lain tak ada ketergantungan, tapi bagaimana siswa bisa membudayakan semangat untuk berkarya nyata.
Kreatif dan percaya diri ditanamkan penuh di sekolah. Melihat kebersamaan yang begitu erat, dapat menumbuhkan rasa percaya diri yang dimiliki siswa. Jadi, tak ada kata minder. Bahkan untuk berkarya, semua siswa jadi semangat menunjukkan karya-karyanya. Selain ada semangat dari teman-teman, juga ada kepercayaan diri yang dimiliki siswa. Tak ada kata minder, yup.. benar sekali. Siswa tak pernah minder dengan karya yang dimilikinya, karena di sekolah tak ada siswa yang menilai seberapa tinggi nilai karya yang dimiliki siswa lain. Maksudnya, tak ada karya yang dinilai buruk. Semua karya sangat dihargai penuh.
Tak ada saingan di sekolah. Itu juga yang melatari kebersamaan siswa lebih lekat. Terlebih lagi, siswa menjadi lebih antusias dalam mencari segudang pengetahuan. Semangat mencari dan berbagi ilmu sungguh dirasakan di sekolah. Rasa saling menghargai ditanamkan penuh oleh siswa sendiri.
Dari pertemanan yang tak mengenal perbedaan, semua siswa terlihat sangat aktif. Mungkin akan sangat jarang menemukan siswa yang pendiam di sekolah kami. Semua siswa bukan ingin menjadi yang lebih baik dari yang lain, bukan juga ingin menjadi yang terbaik dari yang lain. Tapi siswa selalu ingin menjadi yang lebih baik dari yang sebelumnya, juga menjadi yang terbaik untuk dirinya sendiri juga untuk orang lain.
Best student, kata itu tak berlaku di sekolah. Karena semua siswa adalah yang terbaik. Tak ada juga kata siswa terpintar, siswa terteladan, siswa ter-rajin, semua siswa dianggap sama. Semua pintar, semua teladan, semua rajin, dan yang pasti semuanya haus akan ilmu. Dari persamaan tersebut, semua siswa menjadi tambah bersemangat untuk mencari ilmu atas kebutuhan yang dimiliki siswa sendiri.
Menjalin pertemanan di sekolah kami sangatlah mudah, tak sesulit menjalin pertemanan di sekolah-sekolah pada umumnya. Adik kelas tak pernah merasa minder untuk berteman dengan kakak kelas dan kakak kelas juga tak pernah merasa gengsi untuk berteman dengan adik kelas. Jadi pertemanan di sekolah kami terjalin dengan siapa saja.
Semua siswa memiliki semangat untuk belajar sepanjang masa, demi menuju generasi bangsa yang cerdas dan berbudaya. Semua merasakan betul bahwa belajar adalah untuk semua, demi menuju insan Indonesia yang arif dan bersaudara. Dengan semangat yang baru semua bersama-sama menuntut ilmu untuk maju. Dengan semangat membara, semuanya mengukuhkan cinta dan cita-cita.
Dengan kebersamaan, siswa berusaha merubah naluri berkuasa menjadi naluri berbagi. Dengan rasa memiliki, siswa terlatih untuk selalu menghargai siswa satu dengan siswa yang lain. Begitu mata terbuka, begitu telinga tegak mendengar, begitu hati turut merasakan, keberasamaan di sekolah kami teramat sangat membantu kami dalam penempuhan perjalanan siswa dalam mencari ilmu.
Kebersamaan sangat diperlukan. Selain untuk melatih emosional siswa, juga dapat mengurangi kecemasan psikologis siswa. Perkembangan demi perkembangan akan terlatih di jiwa siswa, budaya berbagi akan terlihat, sifat menghargai akan tumbuh dengan sendirinya. Karena itu, sekolah kami sangat menekankan kebersamaan. Bukan demi kemajuan sekolah, tapi yang terpenting adalah demi kemajuan siswa.
Menjadi tak ternilai harganya begitu kebersamaan telah tertanam. Semua akan benar-benar merasakan kemerdekaan dan kebahagian tersendiri. Bukan untuk apa-apa, tapi kebersamaan akan lebih mengarah pada kepuasan batin. Melalui kebersamaan, akan tercetak manusia-manusia beradab. Dengan kebersamaan pula, ilmu kita akan menjadi lebih bermanfaat, dan dengan kebersamaan juga semangat berbagi akan kembali tertanam.
Salah satu keberhasilan siswa adalah bagaimana siswa bisa mempertahankan kebersamaannya dengan teman-temannya. Keberhasial siswa tak hanya dinilai dari kemampuan siswa, atau kepintaran yang dimiliki siswa. Tapi keberhasilan itu sendiri akan lebih terasa jika siswa yang berilmu telah mampu membagikan apa yang dia ketahui dengan teman-temannya.
Untuk merubah bangsa sendiri, juga diperlukan kebersamaan. Salah satu kehancuran bangsa adalah hilangnya kebersamaan. Sifat individualisme juga akan sangat meresahkan bangsa. Terlebih lagi dengan adanya orang-orang yang tercetak untuk menjadi penguasa yang menindas orang-orang lemah, semua itu sangat tidak etis. So, Lets build our togetherness for our generation

Tidak ada komentar: